Pasar Perempuan di Bulgaria Sediakan Gadis Perawan Siap Nikah, Mau?



foto: AFP PHOTO / DIMITAR DILKOFF



Yang namanya tradisi memang di setiap negara bahkan kota pasti akan berbeda-beda, sama halnya dengan komunitas Kalaydzhi yang ada di sebuah kota di negara Bulgaria.

Bagaikan pasar manusia terutama wanita, pasar ini memperbolehkan keluarganya untuk menjual anak gadisnya. Sebab hukum yang ada di pasar tersebut melegalkan perdagangan wanita.

Pasar ini mengatur komunitas Kalaydzhi dan orang-orang yang termasuk di komunitas ini adalah wanita saja. Pembelinya adalah para pria yang mana mereka sedang mencari pasangan untuk dinikahinya.

Bagaikan pasar tradisional, orang-orang yang menjual anak perempuan mereka melakukan transaksi jual beli laiknya transaksi barang. Mereka adalah orang-orang paling miskin di negeri tersebut. Anak perempuan berdiri secara terpisah berdampingan dengan orang tuanya.

Bukan hanya itu saja, wanita yang ingin menarik banyak perhatian dari para laki-laki rela menari-nari dengan menggunakan pakaian seksi bahkan hingga naik ke atas mobil. Masyarakat menyebut tradisi ini dianggap sangat penting bagi komunitas Kalaydzhi untuk bertahan hidup.

Uniknya, mereka wanita yang dijual di pasar ini masih perawan, sesuai dengan reputasi di komunitas mereka. Lantas bagaimana dengan wanita yang sudah berstatus janda? Mereka masih bisa melakukan transaksi namun harga yang ditawarkan juga pastinya akan berbeda. Yakni harganya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan wanita perawan.

Harganya juga bermacam-macam, ada yang membayar rata-rata 290 dolar AS hingga 350 dolar AS, atau sekitar Rp4-5 juta untuk pengantin mereka, bisa juga lebih tinggi.

Berikut dirangkum brilio.net dari Daily Mail dan New.com.au, enam fakta Pasar Pengantin  : 

1. Cewek yang 'dijajakan' harus virgin.

Dalam Pasar Pengantin, orangtua yang umumnya berasal dari keluarga miskin diberi kesempatan untuk mengatur pernikahan anaknya, guna mendapatkan menguntungkan secara finansial untuk si anak.

Syarat utama dalam pasar ini, anak cewek mereka harus perawan atau virgin karena akan mendatangkan harga tinggi. Kalau si anak nggak perawan, akan dicap sebagai wanita murahan atau pelacur.

2. Cewek wajib dandan secantik mungkin.

Para orangtua dan anak-anak mereka, baik cewek maupun cowok, akan datang berkumpul di tanah lapang Stara Zagora, kota di Bulgaria. Stara Zagora ini adalah kota bagi 18.000 orang Kalaidzhi. Dalam acara ini, si anak cewek kudu tampil total cantik, mulai dari makeup oke, perhiasan mencolok, memakai rok mini, sampai menggunakan sepatu hak tinggi.

Mereka akan dihampiri dan dilihat oleh para cowok yang mencari istri sekaligus orangtua si cowok yang mencari mantu. Persis ketika orang melihat barang dagangan di toko-toko.

3. Orangtua nggak cocok ya batal 'beli'.

Layaknya di pasar, proses tawar menawar pasti ada sebelum harga deal. Hal ini jadi menyeramkan kalau terjadi di Pasar Pengantin. Orangtua cowok nggak akan mau 'membeli' mantu seorang cewek kalau dinilai nggak cukup cantik, nggak peduli kalau ternyata anak mereka dan si cewek sudah saling suka dan cinta.

Bukan hanya itu, dari sisi orangtua cewek, kalau si pelamar bukan cowok kaya, maka akan tetap dicari calon mantu yang mau membayar dengan harga tinggi. Lagi-lagi, orangtua nggak peduli anaknya mencintai si cowok.

4. Harga Pasar Pengantin.

Harga yang diberikan untuk pengantin cewek dari pihak cowok sebesar 2.200 - 4.300 pound sterling (sekitar Rp 37,8 juta - Rp 74,3 juta). Namun harga ini telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sumber lain menyebutkan calon pengantin cowok membayar rata-rata USD 290 - USD 350 (sekitar Rp 3,8 juta - Rp 4,5 juta).

Dengan begitu, perayaan pernikahan juga jauh lebih sederhana. Namun begitu, ada pengecualian untuk cewek yang benar-benar cantik sehingga harga bisa naik.

5. Diadakan empat kali dalam setahun.

 
Pasar Pengantin diadakan sebanyak empat kali dalam satu tahun. Harinya diselenggarakan bertepatan dengan berbagai hari libur keagamaan selama musim semi dan musim panas.

Masa-masa ini bukan cuma asyik digunakan orang Kalaidzhi untuk mengisi waktu libur dengan bergosip, tapi juga memak-comblangin anak-anak mereka, baik cewek maupun cowok.

6.  Untuk menjaga anak perempuan dari godaan.

Tradisi Kalaidzhi menikahkan anak cewek mereka pada usia 15 tahun, bahkan bisa lebih muda, guna untuk menjaga si anak cewek dari godaan. Seperti yang dialami sepasang pengantin muda dalam foto di atas, Milka Minkova (13) menikah dengan cowok bernama Ivan Ankov (17), hasil dari Pasar Pengantin.



Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh diane39. Diberdayakan oleh Blogger.